Fakta Di Balik Film AADC 2

Inilah beberapa fakta menarik di balik pembuatan film AADC 2 yang merupakan sekuel film AADC 1 yang ditayangkan 14 tahun yang lalu.

Siapa pun yang pernah menonton film Ada Apa Dengan Cinta 1, pasti tak ragu bahwa film ini merupakan icon film remaja di tahun 90-an. Karakter utama yang diperankan dengan apik oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastro membuat banyak fans film AADC bertanya-tanya akhir kisah percintaan mereka. Setelah lebih dari 1 dekade akhirnya dibuatlah sekuel film tersebut yaitu AADC 2 yang dalam waktu singkat saja sukses digelari sebagai salah satu film terlaris. Bagi Anda yang mungkin juga penggemar film AADC, berikut ini adalah fakta-fakta tentang film tersebut yang cukup menarik untuk disimak.

aadc2

Fakta film AADC 2

Inilah beberapa fakta yang berhubungan dengan film Ada Apa Dengan Cinta 2 khusus bagi para pecinta Rangga dan Cinta.

  1. Rentang waktu rilis antara film online pertama dan kedua ternyata cukup panjang yaitu 14 tahun. Pada film AADC 1 ditayangkan pertama kali di tanggal 7 Februari 2002 sementara sekuelnya ditayangkan pada tanggal 28 April 2016. Yang lebih hebat lagi, film ini ternyata ditayangkan secara serentak langsung di 3 negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
  2. Bila pada film AADC 1 disutradarai oleh Rudi Soejarwo, di film AADC 2 ini yang didapuk menjadi sutradara adalah Riri Riza. Sang produser, Mira Lesmana mempunyai pendapat bahwa sekuel film ini harus bernuansa lebih dewasa sehingga merupakan angin segar bila disutradarai oleh orang yang berbeda.
  3. Hampir semua peran-peran pada AADC 2 sama dengan AADC 1 tetapi ada satu tokoh yang tak ditampilkan, yaitu teman geng Cinta bernama Alya yang diperankan oleh Ladya Cheryl. Minusnya tokoh Alya ini dikarenakan Ladya Cheryl tengah melanjutkan studi di luar negeri. Selain hilangnya tokoh Alya, ada beberapa tokoh baru yang akan memberi warna berbeda pada film sekuel AADC 2 ini.
  4. Bila pada filmnya yang pertama latar film ini hanya di ibukota, tetapi pada sekuelnya kali ini lokasi syutingnya berada di dua negara dan tiga kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan New York. Proses syutingnya sendiri berlangsung selama sekitar 3 bulan, mulai tanggal 28 Oktober 2016 hingga 21 Januari 2016.
  5. Sebagai penulis puisi pada film AADC 2, sastrawan Aan Mansyur dilibatkan dan yang lebih luar biasa, puisi karyanya yang berlatar belakang pertemuan kembali antara Cinta dan Rangga langsung meledak dan menarik perhatian para pengguna internet. Sastrawan tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk menulis puisi-puisi pada film sekuel ini dengan memposisikan dirinya sebagai Rangga.
  6. Yang unik dari kedua film AADC ini adalah poster film yang dibuat tak terlalu berbeda jauh. Bila pada film AADC 1 wajah Cinta yang menghadap ke depan, pada sekuel filmnya wajah Rangga-lah yang memandang ke depan dengan tatapan khasnya yang tajam dan agak sinis.
  7. Soundtrack film AADC 2 ini kembali digarap oleh musisi pencetak lagu-lagu hits yaitu Melly Goeslaw dan Anto Hoed sang suami. Lagu yang menjadi theme song film ini bertajuk Ratusan Purnama yang mengisahkan penantian Cinta untuk bertemu kembali dengan Rangga. Pada penggarapannya, Melly berduet dengan Martinho Lio melalui audisi yang diikuti oleh sekitar 1000 peserta.

Demikianlah beberapa fakta unik tentang film AADC 2 yang pasti cukup menarik bagi para fans film tersebut. Anda siap bernostalgia kembali bersama Dian Sastro dan Nicholas Saputra.

Share This:

Posted in bioskop online, cinema online

Tentang film Muhammad: Messenger of God

Walaupun mendapat pernyataan kontra dari berbagai pihak, tetapi film Muhammad Messenger of God ternyata mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Sutradara Majid Majidi asal Iran yang sukses membuat film Children of Heaven, kembali menghadirkan karya fenomenalnya yaitu film Muhammad: Messenger of God yang mengangkat biografi Rasulullah SAW mulai dari masa kecil hingga remajanya. Film ini tentu saja banyak diminati oleh negara-negara dengan masyarakat mayoritas muslim termasuk di tanah air. Selain itu yang paling membanggakan adalah film ini juga dipercaya untuk mewakili negara tersebut pada ajang bergengsi Academy Award. Film dengan anggaran paling mahal di Iran ini juga telah ditayangkan pada Festival Film Montreal.

muhammad-messenger-of-god

Keistimewaan film  Muhammad Messenger of God

Dengan biaya produksi yang mencapai 40 juta Dollar AS, film ini juga melibatkan beberapa nama besar seperti Vittorio Storaro yang juga menggarap film Apocalypse, serta AR Rahman yang populer sebagai maestro untuk soundtrack-soundtrack film Bollywood. Dibutuhkan waktu hingga 7 tahun untuk memproduksi film ini termasuk proses riset yang dilakukan hingga 4 tahun lamanya. Hal-hal yang berkaitan dengan penelitiannya meliputi kajian hadist, sumber-sumber biografi kontemporer Rasulullah, hingga berbagai literatur. Riset ini dilakukan di lima negara yaitu Maroko, Irak, Iran, Aljazair, serta Lebanon.

Sayangnya movie online apik ini masih tetap mendapat tanggapan kontra terutama dari kelompok Islam Sunni baik di dalam maupun di luar negeri. Pernyataan dari Profesor Abdel Fattah Alawari yaitu Dekan Fakultas Teologi Islam Universita Al Azhar bahwa yang menjadi keberatan mayoritas mereka adalah penggambaran wujud Nabi serta berhubungan dengan aktor yang memerankan Rasulullah. Dikhawatirkan akhlak sang aktor sangat bertolak belakang dengan karakter asli Rasulullah Muhammad SAW. Masih menurut sang profesor, dalam syariah sudah ada pelarangan untuk mewujudkan Nabi.

Sesungguhnya pada film tersebut sama sekali tak terlihat wajah nabi Muhammad. Film dengan durasi 171 menit tersebut berfokus pada kisah masa kecil Nabi hingga remaja dan gambaran sosok Nabi hanya diperlihatkan tangan dan kaki saat Muhammad berusia dini, serta saat remaja diperlihatkan kepala bagian belakangnya. Selain itu sosok Nabi Muhammad diperlihatkan berupa bayangan atau kamera sebagai sudut pandang Rasulullah.

Sutradara film tersebut mengatakan bahwa tujuan pembuatan film ini adalah untuk membuat citra Islam kembali mulia mengingat merebaknya isu terorisme di seluruh dunia yang menggunakan kedok agam Islam. Tak dapat dipungkiri bahwa beberapa media memang telah mencitrakan Islam sebagai keyakinan yang radikal, fanatik, serta penuh dengan kekerasan. Film ini bertujuan membawa pesan moral bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih, membawa perdamaian, serta bersahabat.

Rasulullah memang merupakan figur yang paling jarang difilmkan bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh central pada agama lain. Tercatat hanya ada dua film tentang Rasulullah yaitu The Message yang diproduksi di tahun 1976 serta yang terbaru adalah Muhammad: Messenger Of God. Sementara hingga saat ini sudah dibuat sekitar 200 film tentang Yesus dan hampir setengahnya juga menampilkan sosok nyata Nabi Musa AS. Selain itu terdapat 42 film tentang Buddha, dan juga beberapa film tentang dewa-dewa dari agama Hindu.

Antusiasme penikmat film akan film biografi Nabi Muhammad ini sangat tinggi, terbukti saat tayangan perdananya di Teheran tiket film langsung terjual habis dan harus mendapatkan suply ulang untuk jadwal pemutaran tengah malam. Dalam waktu satu bulan saja film ini telah menghasilkan hingga 2 juta Dollar AS. Sang Sutradara juga berencana untuk memproduksi miniseri TV dari footage film ini.

Share This:

Posted in film, movie, movie news