Film Indonesia Berbudget Malah Tapi Malah Tak Balik Modal

Film Indonesia yang dibuat dengan budget yang mahal tidak lah menjamin akan laku keras di pasaran dan akan balik modal.

Banyak orang Indonesia yang beranggapan bahwa salah satu alasan mengapa film Indonesia tidak laku adalah karena film Indonesia tidak serius dalam menggarapnya. Tidak seperti film Hollywood yang berani mengeluarkan budget tinggi sehingga bisa sukses di pasaran. Ada banyak yang beranggapan bahwa film judi online dengan budget mahal akan berbanding lurus dengan hasilnya yang memuaskan dan laris manis. Nyatanya, toh, tidak semua film demikian. Ada beberapa film Indonesia yang sudah dibuat mahal-mahal malahan tidak balik modal karena tidak laku di pasaran. Hal itu karena penonton menganggap hasilnya mengecewakan. Apa sajakah film-film tersebut?

  1. Gunung Emas Almayer

Apakah ada dari kalian yang pernah menonton film ini? Gunung Emas Almayer ini diproduksi oleh Media Desa Indonesia yang mana tidak sendiri karena pasalnya mereka menggandeng perusahaan Malaysia untuk masalah pendanaan. Proyek lintas negara ini sendiri disutradari oleh U Wei Bin Haji Sari dari aktor dan juga aktris dari 3 negara yakni dari Indonesia (El Manik, Rahayu Saraswati, Alex Komang), Australia (Peter O’Brien) dan Malaysia (Diana Danielle, Sofia Jane dan Adi Putra).

Yang menyebabkan film ini mengeluarkan budget yang mahal adalah karena setting dan kostumnya yang disetting seperti hutan Malaka pada tahun 1830an. Film ini juga menggambarkan pemukiman yang ada di pinggir sungai dengan perahu yang lalu lalang sebagai alat transportasi. Walaupun film ini terbilang sudah grand, tapi di bioskop film ini termasuk adem ayem saja.

  1. Di bawah Lindungan Ka’bah

Saat itu film religi sedang getol-getolnya dibuat. Dan dengan kesuksesan film Ayat Ayat Cinta, kemudian film religi romantis yang lainnya juga dibuat. Cerita ini sebenarnya disadur dari cerita Buya Hamka, dan secara kualitas tidak perlu diragukan lagi. Dilihat dari bintang filmnya, bahkan bintangnya pun tergolong bagus. Namun sayang sekali budget 25 miliar tidak sebanding dengan penonton yang datang ke bioskop. Pendapatanny bahkan hanya sekitar 8 miliar. Tentunya ini sebuah kerugian yang besar.

  1. Pendekar Tongkat Emas

Sebenarnya apa yang salah dari film ini? Jika dilihat, film Pendekar Tongkat Emas ini mempunyai sutradara yang hebat, produsernya yang hebat juga dan empat bintang yang terbaik di Indonesia juga sudah ada di film ini. Biaya yang dihabiskan untuk memproduksi film ini? 25 miliar. Pendekar Tongkat Emas ini mengambil lokasi syuting yang eksotik di Indonesia untuk memaksimalkan ceritanya. Sayang sekali, promosi yang cukup gencar tidak lantas membuat film ini langsung naik daun.

  1. Street Society

Ini adalah film balap-balapan yang bisa dibilang cukup seru dan mengundang twist yang sangat memorable. Tidak tanggung-tanggung, budgetnya 18 miliar kebanyakan untuk mobilnya. Meski demikian, premis yang menarik, bintang film yang terkenal dan mobil yang menarik serta keren dan mentereng tidak lantas bisa membuatnya naik daun. Film ini bahkan tidak masuk dalam 10 besar film terlaris.

Nah demikian lah 4 filmĀ nonton film online Indonesia yang tidak laku di pasaran meskipun sudah mengeluarkan budget yang banyak. Apa pelajaran yang bisa diambil dari tidak lakunya film-film di atas? Kita harus tetap positif karena siapa lagi yang akan mendongkrak film Indonesia sendiri kalau bukan kita orang Indonesia? Boleh saja skeptis namun jangan terlalu skeptis karena bisa saja suatu saat film-film Indonesia bisa bersanding di Box Office. Mengapa kita tidak optimis saja? Cintai film Indonesia!

Share This: